Thursday, April 17, 2008

Rumah Anak


Sebuah rumah yang mendidik anak-anaknya, itu kesan yang kudapat dari Rumah Anak. Sekolah yang kecil, berisi anak-anak kecil dalam jumlah yang tidak besar, namun dihidupi oleh guru-guru yang rata-rata ‘besar-besar’ dan berhati besar.

Nyaman dan hangat.

Setiap pagi anak-anak bermain ke Rumah Anak dengan penuh sukacita, bertemu tante-tante dan om-om-nya yang memimpin kegiatan mereka. Bernyanyi, bercerita, bercanda, bertanya, makan bersama, bermain bebas, berkreasi seni, membaca, menulis, ataupun berhitung. Kebanyakan dari mereka lebih senang bersekolah daripada di rumah, bahkan tak jarang mereka memaksakan diri untuk masuk di saat keadaannya kurang baik.

Ada saat penghuni Rumah Anak berseteru. Sesama teman, sesama guru, atau antar guru dan murid. Namun semuanya adalah proses untuk kebaikan bersama. Tidak ada rasa benci yang sesungguhnya. Emosi itu mungkin hanya meledak karena saatnya tiba, dan tidak lebih dari itu. Karena mereka semua ... selalu saling menyayangi.

Cinta itu yang menyelimuti Rumah Anak.

Aku adalah bagian dari mereka dulu sebelum tanggal 14 April tahun ini. Ya, aku harus meninggalkan mereka untuk sebuah langkah maju dalam hidupku. Aku sedikit egois, maaf

Aku berterimakasih karena para tante-tante dan om-om mendukungku penuh. Aku masih muda, kata mereka yang rata-rata 10 thn lebih tua dariku. Jangan sampai menyesal seperti mereka, yang 8 thn mengabdi pada Rumah Anak dan menyia-nyiakan tawaran emas yang berdatangan dari luar. Logikaku berkata iya, aku mengerti.

Kini aku ada di dalam sebuah tirani modernitas. Kondisi yang jauh sekali dengan nyaman-hangat-cinta.

Aku tidak menyesal ada di sini.

Aku juga tidak menyesal menghabiskan hampir 2 tahun waktuku di Rumah Anak.

Aku bangga pernah ada di Rumah Anak.

Aku rindu keindahan dari kesederhanaan dan cinta yang ada di sana.

Aku masih aku yang sebenarnya.

Si pecinta keindahan.

Dan Rumah Anak adalah keindahan

“Alangkah senangnya di Rumah Anak

Tempatku bermain sambil belajar

Bersama teman-teman yang kucinta

Takkan kulupa untuk selamanya”

-jingle rumah anak-

4/17/2008

4 comments:

Moko said...

hai Ris. gmn di tempat barunya?

Lila said...

Hi Ris..
Salam kenal ya... aku lila, tolong dong kirimin alamat rumah anak itu ke ; sofiandini_lila@yahoo.com, gw mo nyekolahin anak gw nih, thanks ya

Anonymous said...

risa....
senangnya ada catatan kecil tentang Rumah Anak disini...
photonya ditambah dong ris...

salam

yuyun said...

Risa...
main dong ke Rumah Anak...
banyak buku dan mainan baru lho....